Pengumpan:
Tulisan
Komentar

arghhhhh!!

kemaren waktu ngobrol” sama ita, saya jadi tersadar, kalo akhir-akhir ini saya jadi seriiiing banget boong. jadi gampang banget buat ngeluarin 1001 alasan yang bisa “menyelamatkan” diri saya. agak parah memang.

ga tau kenapa. semenjak saya memasuki ‘keluarga’ baru saya.
saya akui, saya benar-benar belum mencintai keluarga yang satu itu. entah kenapa, rasanya sulit sekali. saya benar-benar belum merasa nyaman. tidak seperti nana yang langsung bisa menyelam dengan dalamnya di tengah-tengah keluarga itu ataupun anak-anak yang lain, yang seakan seluruh waktunya didedikasikan untuk sang ‘keluarga’ tercinta.

saya masih memiliki rasa enggan. rasa ga nyaman. yang pada akhirnya membuat saya merasa malas mengikuti kegiatan-kegiatannya. dan pada akhirnya.. muncullah 1001 alasan untuk menutupi rasa malas itu. maaf ya teman-teman.. ya, saya akui, saya MT banget. MT sekali. ga ada satu alasan pun yang bisa membenarkan saya.

saya sudah memilih untuk masuk keluarga itu. dan seharusnya saya juga sudah bisa menanggung semua resiko yang saya terima atas pilihan saya itu. seharusnya saya bisa menjalankan semua tugas yang pada akhirnya menjadi kewajiban ketika saya memilih masuk. tapi.. kenapa semuanya begitu berat ya?? haahhh..

apalagi untuk masalah saat ini.. saya benar-benar merasa jadi orang jahat banget.. mengeluarkan 1001 alasan. berusaha menghindar dari semuanya. berbohong lagi, berbohong lagi, berbohong lagi. padahal saya yakin, mereka semua juga sadar kalau sebenarnya semua yang saya katakan itu hanya alasan saya untuk lepas dari tanggunga jawab. haaahh.. saya bingung..

entah harus bagaimana..
saya tau saya salah..
saya tau seharusnya saya ga boleh kayak gini..
saya tau..

dan karena saya tau itu, makanya beban yang saya pikul semakin berat..
dosa saya semakin banyak….

arghhhhhhh!!
saya bingung..
bagaimana ini?? 

Ingin berbagi cerita sedikit.

Kemarin saya survey (lagii??).  Mencari data untuk tugas makalah ASDAL yang akan dikumpulkan hari selasa depan (dan sampai sekarang saya belum memulai menulis apapun.haha.tolong saya!).  Dengan ditemani oleh Winda yang baik hati, saya berangkat ke Stasiun Geofisika Kota Bandung untuk meminta data mengenai kualitas udara Kota Bandung. Dengan optimisme tugas saya akan mengalami sedikit kemajuan, berangkatlah kami kesana. Meskipun sempet bingung mencari-cari, walaupun ga nyasar, akhirnya sampailah kami dengan selamat disana. Disana kami disambut oleh bapak-bapak baik hati yang mempersilahkan kami duduk sembari dia melapor ke entah siapa mengenai kedatangan kami. Tak berapa lama kemudian si bapak keluar dan mempersilahkan kami untuk masuk ke sebuah ruangan yang berisi 3 orang yang tampak sedang (sok) sibuk (begitu kata Winda, haha..). Setelah dipersilahkan duduk di depan meja salah seorang Ibu, saya pun menjelaskan maksud kedatangan saya. Lalu tidak berapa lama ia pun membukakan sebuah folder yang berisi data-data di depan kami.

Saya pun bertanya, “ Oh, iya Bu, jadi ini boleh kita fotokopi dulu atau gimana??”.

Si Ibu pun menjawab, “ Begini de, kita punya tata cara ya…”.

Saya sempat berpikir, ”Apa tata caranya ya?? Saya musti nunggu sebulan dulu biar dia yakin kalo saya mahasiswa ato gimana??”

Kemudian, Si Ibu menyodorkan 2 lembar kertas yang dilaminating ke saya dan Winda.

Isinya….??

Angka-angka!! Haha. Ternyata itu merupakan ‘daftar menu’ buat kami. Si tabel yang tadinya saya mau fotokopi berharga 50.000 sajja. Tidak kurang dan tidak lebih. Dan tau ga? Itu harga yang paling murah..  Padahal tabel nya ga gede-gede banget lo, setengah halaman aja palingan.. Hahahaha. Saya udah ga bisa nahan ketawa di depan Si Ibu.

Saya jadi dapet satu pelajaran lagi ni dari survey kali ini, yaitu: tidak ada yang gratis di dunia ini… =D

Saya ingin sedikit berbagi oleh-oleh dari hasil 3 hari survey kemarin. 3 hari kemarin saya sibuk (engga juga sih) bolak-balik ke Kabupaten Bandung. Saya kebagian survey disana. Kecamatan Cimenyan. Awal-awal tau saya akan bertugas disana, sempet takuuuut banget. Ketakutan pertama. Ini survey pertama yang agak serius. Ketakutan kedua. Saya bener-bener ga tau tentang si Kecamatan Cimenyan ini. Ketakutan ketiga. Saya ga dapet peta Kabupaten Bandung dan saya bener-bener ga tau jalan. Kota Bandung ajja masi nyasar, apalagi Kabupaten yang letaknya sudah antah berantah bagi saya. Dannnn masi banyak ketakutan-ketakutan yang lain yang saya pikirkan. Akan tetapi, mau seberapa banyak ketakutan saya, tetap saja survey must go on! Dan dimulailah perjalanan saya menjelajah Kabupaten Bandung.

Sebenarnya, saya hanya ditugaskan seorang diri untuk menyebar 63 kuesioner di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Tetapi, melihat sebegitu banyak ketakutan saya, saya pun meminta seorang teman saya yang juga mendapat tugas survey di Kabupaten Bandung untuk survey bersama.  Dan jadilah, kami mensurvey … Kelurahan dan mengambil 126 sampel dari seluruh Kelurahan itu.

Hari pertama. Ya. Ternyata. Tidak semenakutkan yang saya kira. Yah, manusia memang suka memiliki rasa takut yang berlebihan. Haha. Bahkan boleh dibilang, survey hari pertama ini cukupp menyenangkan, karena saya disambut oleh orang-orang desa nan ramah dan baik hati dan juga pohon-pohon yang masih hijau dimana-mana.. Jadi terharu. Jadi inget kampung halaman ( padahal saya ga punya kampung, =9 ). Jaddi pengen ke Sukabumiiiii. Huhuw.

Hari kedua. Cukup menyenangkan juga. Boong ding. Saya senaaaaaaaaaang!! Haha. Kali ini naik ke atas lebih tinggi lagi. Bisa ngeliat Kota Bandung nun jauh disana. Haha. Senang. Jadi refreshing. Melihat yang hijau. Hijau. Dan hijau. Dan saya kembali bertemu dengan orang-orang desa nan ramah dan baik hati. Huhuw. Tambah terharu.

Hari ketiga.

Hari ketiga.

Hari ketiga.

Haaaaaahhhhh! Saya tidak bisa berkata apa-apa untuk hari ketiga. Semangat saya langsung runtuh di hari ketiga. Terimakasih untuk Bapak Sekretaris Kelurahan Cibeunying yang berhasil meluluhlantakkan semangat saya sampai tingkat terbawah. Haha. Belum lagi teman seperjuangan yang juga tidak menambah semangat saya. Dan saya tidak melihat gunung. Dan saya tidak melihat yang hijau-hijau. Dan saya tidak menemukan orang-orang desa nan ramah! Huhuw. Dan itu yang paling membuat saya tidak bersemangat hari ini. Kemarin-kemarin juga sebenarnya saya sempat merasakan penurunan semangat, tapi begitu ketemu dan ngobrol-ngobrol sama orang-orang desa nan ramah, semangat saya muncul lagi. Tapi hari ini?? Hah!      

Okke. Tadi ketemu dua keluarga yang cukup membuat saya semangat si di awal. Tetapi sehabis itu… Nihil. Yang ada cuma rumah-rumah tertutup. Dan teman seperjuangan yang juga tidak menambah semangat saya sama sekali, tapi malah semakin menjatuhkan semangat saya. Heeefffff. 

Dan akhirnya, dari perjalanan saya selama 3 hari ini, banyak yang saya dapatkan.

Pertama. Saya jadi dapat menyimpulkan, di desa memang orang-orang nya lebih ramah. Lebih terbuka. Sifat kekeluargaannya masih kental sekali. Saya jadi teringat tentang diri saya yang ‘orang kota’. Haha. Yang penuh dengan rasa curiga. Dan rasa egois. Tidak mau tau dengan lingkungan sekitarnya. Jadi serasa tertampar.

Kedua. Saya jadi tambah akrab dengan tukang ojjek. Dan untungnya tidak becekk. Haha. 3 hari perjalanan kemarin para tukang ojek memang sangat berjasa. Nuhun ya mang. Entah bagaimana nasib kami kalau tidak ada kalian. =)

Ketiga. Saya jadi curiga sama diri sendiri. Sepertinya saya masih agak bermasalah dengan yang namanya bekerja sama. Entah kenapa, rasanya sulit sekali. Jadi sering merasa gondok sendiri. Hehe. Harus banyak belajar ni. Biar bisa menyesuaikan diri dengan bermacam-macam orang, dan bisa menyiasati bekerja sama dengan berbagai sifat manusia yang berbeda-beda.

Keempat. Saya jadi semakin sadar. Saya bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan perasaan saya. Terutama mood saya. Saya sebel, langsung saja tergambar dengan jelas di muka saya. Saya bête, apalagi. Haaah. Satu PR lagi buat saya untuk mengontrol emosi. Yah, sebenarnya hal ini masih terkait dengan salah satu sifat saya yang moody-an. Hehe. Semangat! Semangat! Semangat!

Dan akhir kata, perjalanan selama 3 hari ini cukup menyenangkan. Tetapi yang paling menyenangkan adalah, 3 hari ini tidak untuk selamanya. =)

Jikalah

‘Jikalah’

 

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,

Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

 

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa tidak dinikmati saja,

Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa.

 

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,

Sedang ketabahan and kesabaran adalah lebih utama.

 

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,

Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

 

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalau pada akhirnya,

Maka mengapa musti tenggelam di dalamnya,

Sedang taubat itu lebih utama.

 

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dikukuhi sendiri,

Sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.

 

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti membusungkan dada dan membuat kerusakan di dunia,

Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.

 

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,

Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.

 

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,

Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.

 

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,

Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.

 

Suatu hari nanti,

Saat semua telah menjadi masa lalu,

Aku ingin ada diantara mereka,

Yang bertelekan di atas permadani,

Sambil bercengkrama dengan tetangganya,

Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu,

Hingga mereka mendapat anugerah itu.

 

[Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang kuterima disini.]

 

[Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan Nya seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia.]

 

Suatu hari nanti,

Ketika semua telah menjadi masa lalu,

Aku tak ingin ada di antara mereka,

Yang berpeluh kesah dan berkeluh kesah,

Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.

 

[Duhai harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak kubuat menjadi amal jariah yang dapat menyelamtkanku kini?]

 

[Duhai nestapa, kecewa, dan lukayang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini. Mengapa dulu aku tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua?]

 

 

 

–sumber: mading KMMP–

 

Dulu, kalo saya sebeeeel banget sama orang, saya pasti akan nyumpah-nyumpah yang jelek-jelek buat dia. Haha. Jahat banget ya? Maklum sajja, belum dewasa, gini deh. Contohnya aja ketika mp3 player yang berbentuk flash disk saya dicuri orang begitu turun dari bus [ kejadian keilangan barang pertama buat saya karena dicuri, =(  ], saya nyumpahin tu orang biar komputernya kena virus ( kebetulan waktu itu flash disknya ada virus nya, Trojan, rasain! =9 ) terus komputernya rusak deh, ga bisa dibenerin lagi, dan akhirnya musti beli komputer yang baru. Tuh kan, jahat banget saya, =D.

Tapi, beberapa bulan yang lalu, saya disadarakan. Alhamdulillah. =)

Kejadian pertama. Waktu itu saya dan tante saya baru pulang dari Gasibu ceritanya. Kita naik angkot. Terus, pas di rumah, tante saya baru sadar, kalo ada barang belanjaan nya yang ketinggalan di angkot. Maklum ajja, waktu itu lumayan abis ngeborong, dan barang belanjaan yang ketinggalan itu kantong plastik berisi makanan yang emang agak sedikit kecil, jadi luput dari perhatian. Terus tante saya ngomong, ‘Yah.. ya udah deh.. semoga aja si abang nya sadar, siapa tau bermanfaat buat abangnya’. Uups! Saya langsung berkaca pada diri saya. Buruk banget ternyata diri saya. Kalo kejadian itu nimpa saya, kayaknya saya ga akan kepikiran sampe segitunya..

Kejadian kedua. Ga beberapa setelah itu, tepatnya besoknya, tas saya beserta barang-barang yang berada di dalamnya ilang [ kejadian keilangan barang kedua buat saya gara-gara dicuri, =(( ].  Dan, pas lagi jalan ngelapor ke pos satpam kampus buat ngelapor + bikin surat keilangan, saya ngomong sama temen saya, ‘kira-kira enaknya gw sumpahin apaan ya win?’. Terus temen saya menjawab ‘yah, doain aja biar orangnya insyaf cha’. UUPSSS!! Saya kembali berkaca pada diri saya. Benar-benar buruk ternyata. Ga ngerti, kenapa hati saya item banget. Hehe.

Dan, yaps, semenjak itu saya mulai sadar. Iya,ya. Kenapa musti nyumpahin orang? Yah, walaupun emang doa orang yang teraniaya dikabulkan. Eh, justru karena itu ya? Kenapa musti ngedoain yang jelek-jelek? Kenapa ga ngedoain yang baek-baek ajjah. Biar orang yang jahat sama kita dikasih hidayah misalnya, terus insyaf deh. Siapa tau kita dapat kebaikan juga, karena udah ngedoain yang baik-baik untuk orang lain. Selain itu, coba bayangin, kalo misalnya secara ga sengaja kita menyakiti hati orang lain, terus orang itu nyumpahin yang engga-engga. Gimana coba?

Tentu saja dibutuhkan keihklasan dan kelapangan hati yang sangat tinggi disini. Dan jujur saja, itu memang sulit. Saya sendiri juga belum bisa bener-bener ikhlas untuk itu. Yah, mari kita bersama-sama mencoba. Untuk yang terbaik bagi diri kita.

Yaps! Benar sekali. Akan selalu ada matahari setelah hujan. Hujan badai yang lebatnya seperti apapun pasti akan berhenti suatu saat. Dan setelah itu, muncullah sang matahari. Yang kembali menyinari dunia. Kembali menghangatkan dunia dengan cahayanya.

Saya adalah orang yang cukup mudah stress dengan masalah. Tipe orang yang mikirin terus kalo ada masalah tapi dari dalam kotak, bukan dari luar kotak. Jadi deh, walaupun dipikirin terus masalahnya,  akhirnya ga nemu-nemu juga jalan keluarnya. Dan akhirnya, stress sendiri.

Saya juga adalah tipe orang yang agak sulit meneceritakan permasalahan saya yang sebenarnya ke orang lain. Ga tau kenapa. Rasanya malu ajja. Hehe. Ya makanya, kalo ada masalah akhirnya saya uring-uringan sendiri. Bete sendiri jadinya.

Dan saya adalah orang yang kalo kena masalah, akhirnya malah menyalahkan diri sendiri. Jadi sebel sama diri sendiri. ‘Kok gw bego banget ya?’. Atau. ‘Kok gw gini banget si?’. Yah, pokoknya jadi benci banget sama diri sendiri. Dan akhirnya, jadi sedih sendiri juga. Jadi ngerasa berada di bawah nya dunia banget. Di jurang paling dasar.

Ya, sebenernya saya tau, terkadang masalah yang menimpa saya mungkin ga seberat masalah yang menimpa orang-orang lain di luar sana. Mungkin kalo dibandingin sama yang lain, masalah saya mah ga ada seberapanya sama sekali.  Jauh lebih berat masalah orang-orang di luar sana. Lagian, permasalahannya mahasiswa apaan si? Paling nilai jeblok. Ga bisa ngerjain tugas. Atau uang udah abis sebelum ‘gajian’. Haha. Engga juga ding.

Saya ingin sedikit berbagi. Kemarin, entah bagaimana, saya jadi merasa sedang berada di bawah dunia banget. Karena suatu masalah yang sebenernya ga seberapa akhirnya mebuat saya jadi uring-uringan sepanjang weekend kemarin (maaf ya mammi pappi). Dan, saat lagi bener-bener ngerasa berada di jurangnya dunia itu, secara tidak sengaja saya membaca artikel yang ada di Annida tentang kesedihan. Yah, cukup bisa membuat perasaan saya menjadi lebih lega dan cukup membuka pikiran saya tentang masalah yang saya hadapi.

Sebenernya, apa si yang bisa kita lakuin kalo lagi kena masalah yang membuat kita sedih banget? Saya punya dua jawaban. Ikhlas dan sabar. Bukankah Islam itu terdiri atas dua hal, yaitu ikhlas dan sabar? (AAC banget ya? Maap.. Korban film. =D).

Ikhlas. Ikhlas disini dalam artian, kita menerima semua maslah itu dengan lapang dada. Kita menyadari bahwa semua masalah yang ada diberikan Allah kepada kita bukan karena Ia membenci kita. Tetapi kerena Ia sangat menyanyangi kita. Masalah bisa menjadi salah satu teguran manis dari Nya kalau kita mulai salah melangkah dan mulai menjauh dari Nya. Dan hal positif yang bisa diambil adalah dengan masalah tersebut, kita bisa menjadi kembali dekat dengan Nya. Biasanya kan, kita akan menjadi ingat kepada Nya kembali setelah mengalami masalah setelah sekian lama menjauh (yah, jujur, ini berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terhadap diri saya sendiri juga, =9).

Dengan ikhlas pula, kita bisa lebih mudah menerima apa yang telah terjadi pada diri kita. Sehingga bisa berpikir dengan lebih tenang. Dan dengan ketenangan yang kita miliki, kita bisa mencari jalan keluar permasalahan kita dengan lebih mudah. Amiin.

Sabar. Ya, sabar. Dengan sabar, kita akan lebih ikhlas menerima semuanya. Jadi, ikhlas dan sabar memang merupakan satau kesatuan yang tak bisa dilepaskan ya.

Selain itu, apa lagi yang bisa dilakukan? Tentu saja berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mencari jalan keluar dari semua kepenatan yang ada. Jangan cuma dipikirin ajja. Ga selese-selese dong masalahnya, =). Dan jangan lupa, tetep optimis!

Jadi, jangan putus asa kalo ada masalah. Yakinlah bahwa matahari akan bersinar kembali setelah hujan. Dan dunia akan selalu berputar, jaddi kita ga akan selamanya berada di bawah dunia kok. Semangatt!! =)

 

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (begitu saja) berkata, ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka (dengan ujian itulah) sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Ia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 2-3)

“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dibalas dengan pahala yang tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang engkau tidak mengetahu.” (QS. Al-Baqarah; 216)

“Bukakankah Ia (Allah) yang Memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada Nya, dan Menghilangkan kesusahan dan Menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.”  (QS. An-Naml: 62)

 

 

 

 

Hello world!

Halo dunia..

Ini blog pertama saya! Akhirnya.. Smuga sajja bisa benar-benar bermanfaat bagi semuanya. Termasuk saya tentunya.

Kenapa namanya KINGKUNGDUTKUNG?? Alasannya.. Lucu ajja! Abis kayaknya unik nama ini. Nama ini tercipta waktu mata kuliah apa ya??? Saya jadi lupa. Yah, pokoknya tercipta dari kebosanan saya saat di kelas. Hehe. Semuga aja dari kebosanan-kebosanan saya yang lain saya juga bisa menciptakan tulisan-tulisan yang baik dan tentu saja bermanfaat. Amiin.

Selamat menulis! =)

Haah… selesai juga akhirnya ngerekap penginapan + hotel di Kota Bandung, yang menurut saya “agak” dekat dengan ITB, buat IEC. Ini hasilnya, walaupun masih banayk penginapan + hotel yang ga dimasukkin (banyak banget euy!), semuga saja bisa bermanfaat buat kalian-kalian yang mau menghabiskan waktu liburan di Bandung tapi ga ada tempat nginep..

 

Here it is.. 

 

Jalan Ir.H.Djuanda (Dago)

 

1. Hotel Karmila

   Dago no.34

 

2. Pondok Wisata Juanda

   Jl. Ir. H. Juanda No. 448 Bandung 40135

   P: +62 22 2503768

 

3. Bukit Dago Millenium

   Jl. Ir. H. Juanda No. 331 Bandung 40135

   P: +62 22 2505943; 2504244

 

4. Hotel Patra Jasa Bandung

    Jalan Ir. H. Juanda No. 132

    T: +62 22 2502664, F:  +62 22 2504995

    Website: http://www.patra-jasa.com

 No.

Rooms

Fares

Bed(s)

Total Rooms

1

Duplex

650,000

2

11

2

Deluxe

450,000

2

8

3

 Business

300,000

2

7

4

Extra

125,000

 

 

    Includes breakfast

   Facilities: AC, TV, Telephone, Hot&Cold Water

 

 5. Holiday Inn Bandung (4*)
      Jalan Ir. H. Juanda 31-33, Bandung 40116

        T +62 22 4211333 F +62 22 4216666
      Website:
www.holidayinn.com

 

6.  Sheraton Bandung Hotel & Towers, (5*)

     Jalan Ir. H. Juanda 390, Bandung 40135

http://www.starwoodhotels.com/sheraton/index.html 

 

7.  The Jayakarta – Suite Hotel & Spa (4*)

      Jalan Ir. H. Juanda 381 A, Bandung 40135,

      T: +62 22 2505888, F +62 22 2505388

      http://www.HotelReservations.com

 

8. Hotel Dago

Jl. Ir. H. Juanda 21 Bandung

7 Minutes (avg.) to ITB using ANGKOT

Phone: (022) 4234267

Room type & Price:

2 persons = Rp.78.000,-

 4 persons = Rp.120.000,-

Including Breakfast

 

9. Puri TOMAT

 Location: Jl. Juanda No.420

 Phone: (022) 250 1746

 Fax.: (022) 250 1746

 Room type & Price:

 Standard (double bed) = Rp.85.000,-

 Economic (double bed) = Rp.65.000,-

 

10. Royal Dago

Jl. Ir. H. Juanda 169-156 Bandung

Phone : 022.250-2200

Fax : 022.250-0565

 

11. PPTN Guest House

Jl. Dago Pojok 46/161B, Bandung

(Stop right after UNPAD, take a left turn not the straight one. If you take the straight path, there’s also No.46, but

it’s only a store selling kinds of iron)

Phone: (022) 2502198

Price: Rp.20.000, – / night / person

 

12. Hotel Geulis

Jl. Ir. H. Juanda 129

Phone : 022.250-7777

Fax : 022.250-3086

 

13. Utari

    Jl. Ir. H. Juanda No. 50 Bandung 40135

    P: +62 22 4206810 

 

Jalan Sangkuriang

 

1. Hotel Puspa Kencana

Jl. Sangkuriang Bandung

3 Minutes to ITB on foot

Phone: (022) 2505199

Room type & Price:

Pavilion = Rp.150.000,-

Deluxe = Rp.125.000,-

Superior = Rp.110.000,-

Family = Rp.95.000,-

Twin A = Rp.75.000,-

Twin B = Rp.65.000,-

Double A = Rp.60.000,-

Double B = Rp.50.000,-

Single = Rp.45.000,-

Extra Bed = Rp.25.000,-

 

2. Guest House
    Jalan Sangkuriang No. 11, 022-2502169

No.

Rooms

Fares (IDR)

Bed

Total Rooms

1

Standard

125,000

2

7

2

Standard

180,000

3

4

3

Standard

210,000

4

1

Excludes breakfast
    Facilities: Hot & cold water

 

Jalan Sawunggaling

 

Bumi Sawunggaling

Jalan Sawunggaling No.13, Bandung 40116

Telp +62 22 4218254 / 4212045 / 4212043 

Fax +62 22 4218253

 No.

Rooms

Fares

Rooms

1

Sawunggaling

475,000

 

2

ER Priangan

360,000

 

3

ER Junior site

360,000

 

4

ER Pitaloka

325,000

 

5

ER Boscha

325,000

 

6

Superior

295,000

14

7

Standard

260,000

2

   Includes breakfast

Facilities: AC, private bath tub & shower, hot &  cold water, Telephone, TV, mini Bar

 

Jalan Dipati Ukur

 

Puri Gardenia

Jl. Dipati Ukur 30 Bandung

8 Minutes (avg.) to ITB using ANGKOT

Phone:

(022) 2501221, 2503345

Room type & Price:

# Non AC

Economic Single = Rp.50.000,-

Economic Double A = Rp.70.000,-

Economic Double B = Rp.85.000,-

# AC

Deluxe = Rp.125.000,-

Executive = Rp.150.000,-

Elegance = Rp.175.000,-

Special = Rp.200.000,-

# Extra bed = Rp.35.000,-

Including Breakfast

 

Jalan Wastu Kencana

 

Royal Corner

Jl. Wastukencana 8 Bandung 40117

Phone : 022.423-6871

Fax : 022.422-2808

 

Jalan Cihampelas+Cipaganti

 

1. Hotel Nalendra

Jl. Cihampelas 225 – 229 Bandung 40131

Phone : 022.203-8703

Fax : 022.203-3640

 

2. Hotel Nirmala

Jl. Cipaganti 150 – 152 Bandung

Phone : 022.203-1218

 

3. Hotel Cihampelas

Jl. Cihampelas No.240 Bandung

Phone : 022.203-3425

 

Jalan Setiabudhi

 

1.  Alam Permai

Jl. Dr. Setiabudhi 287 Bandung

Phone : 022.201-2000

 

2. Abadi Asri

Jl. Dr. Setiabudhi 287

Phone : 022.201-2000

Fax : 022.201-1999

 

3. Apartemen Setiabudhi

Jl. Dr. Setiabudhi

Phone : 022.204-4002

Fax : 022.204-4005

 

4. Hotel Gumilang Sari

Jl. Dr. Setiabudhi 323 Bandung 40288

Phone : 022.201-2618

Fax : 022.201-2612

 

5. Lebak Gunung Permai

Jl. Dr. Setiabudhi 414 Bandung

Phone : 022.201-0960

 

Jalan WR Supratman

 

1. Hotel Sanira

Jl. W.R. Supratman 37, Bandung

10 Minutes (avg.) to ITB using ANGKOT

Phone: (022) 7208480, 7207206

Room type & Price:

2 persons = Rp.40.000, -

3 persons = Rp.75.000, -

6 persons = Rp.120.000, -

3 persons + TV = Rp.80.000, -

3 persons + TV+AC = Rp.90.000, -

Including Breakfast

 

2. Youth Hostel Supratman 102

Location: Jl. Supratman No.102

Room type & Price:

Special (2 bed) = Rp.66.500,-

Special (3 bed) = Rp.83.000,-

Special (4 bed) = Rp.116.500,-

 

3. Hotel Mitra

Jalan W.R. Supratman No.98

T +62 22 7207245, F +62 22 7218304

Website: www.mitrahotel.com

 Double beds – IDR 410,000 (USD 45)
Includes breakfast

Facilities: AC, TV, telephone, hot & cold water

 

4. Hotel CORSICA

Jalan W. R. Supratman No. 43A

T +62 22 7214591, +62 22 72777255 

No.

Rooms

Fares

Bed(s)

1

Super

350,000

 

2

Suite

300,000

2

3

Deluxe

285,000

2

4

Standard

250,000

2

Includes breakfast

Facilities: AC, TV, Telephone, Hot&Cold Water

 

5. Hotel Barito Shinta

Jalan W. R. Supratman No. 23

T +62 22 7217765, F +62 22727839 

No.

Rooms

Fares

Bed

1

Standard

 250,000

2

2

Executive

 275,000

2

3

Suite

 300,000

2

4

Extra Bed

 50,000

 

 Includes breakfast

Facilities: AC, TV, Telephone, hot & cold water

 

6. Hotel Sanira Melati

Jalan W. R Supratman 37

T +62 22 7208480, F +62 22 7202786

Double beds: IDR 180,000 (USD 20)

Double beds: IDR 155,000 (USD 18)

Double beds: IDR 130,000 (USD 15)

Includes breakfast

Facilities: N/A

  

Jalan Merdeka

 

1. Hotel Panghegar

Jl. Merdeka 2 Bandung 40111

Phone : 022.423-2286

Fax : 022.423-1583

 

2. Royal Merdeka

Jl. Merdeka 34 Bandung 40113

Phone : 022.420-0555

Fax : 022.423-8210

 

3. Gelanggang Generasi Muda

Jl. Merdeka 64 Bandung

Near to Bandung Indah Plaza (BIP)

10 Minutes (avg.) to ITB using ANGKOT

Phone: (022) 420 3155

Fax.: (022) 420 9758

Room type:

1 room for 2, 3, 8, 26 persons

Price:

Economic = Rp.10.000, – / night / person

VIP = Rp.15.000, – / night / person

Not including Meals (available at cafeteria)

Reservation:

Minimum 1 month before check-in

 

Hegarmanah + Ciumbuleuit+Sukajadi

 

1.  Hotel New Sanyrosa

Jl. Hegarmanah 2A Bandung

Phone : 022.203-3682

Fax : 022.203-1759

 

2. Hotel Sukajadi

Jl. Sukajadi 176 Bandung 40161

Phone : 022.203-1088

Fax : 022.203-4020

 

3. Arjuna Plaza

Jl. Ciumbuleuit 152

Phone : 022.203-1328

Fax : 022.203-4742

 

4. Paniisan

Jl. Sukajadi 202 Bandung

Phone : 022.203-1114

 

Lain-Lain

 

1. Hotel PROGO

Location: Jl. Progo No.6

Phone: (022) 420 6249

Fax.: (022) 420 0758

Room type & Price:

Superior = Rp.150.000,-

Economic = Rp.100.000,-

 

2. DIKLAT Perkerjaan Umum

Location: Jl. Jawa

Phone: (022) 420 6284, 420 6285

 

3. Yayasan Gedung Wanita

Location: Jl. RE. Martadinata (Riau) No.84

Phone: (022) 420 9531, 423 3371

Room type & Price:

VIP (4 bed) = Rp.125.000,-

 

4.  Anggrek Golden

Jl. RE Martadinata 15 Bandung

Phone : 022.420-5537

Fax : 022.423-1565

 

5. Hotel Bandung Permai

Location: Jl. A. Yani 308

Phone: (022) 720 4790

Room type & Price:

Standard = Rp.139.000,-

Deluxe = Rp.179.000,-

 

6.  Wisma Sehat
Jalan Pahlawan No. 85
T +62 22 2514500, F +62 22 2514500 

No.

Rooms

Fares

Bed(s)

1

Family

200,000

 

2

VIP

150,000

2

3

Standard

100,000

2

Excludes breakfast
Facilities: N/A

 

7. Hotel Santika

Jl. Sumatra 52 – 54 Bandung 40115

Phone : 022.420-3009

Fax : 022.423-9601

 

 

–dari berbagai sumber–

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.