Yaps! Benar sekali. Akan selalu ada matahari setelah hujan. Hujan badai yang lebatnya seperti apapun pasti akan berhenti suatu saat. Dan setelah itu, muncullah sang matahari. Yang kembali menyinari dunia. Kembali menghangatkan dunia dengan cahayanya.
Saya adalah orang yang cukup mudah stress dengan masalah. Tipe orang yang mikirin terus kalo ada masalah tapi dari dalam kotak, bukan dari luar kotak. Jadi deh, walaupun dipikirin terus masalahnya, akhirnya ga nemu-nemu juga jalan keluarnya. Dan akhirnya, stress sendiri.
Saya juga adalah tipe orang yang agak sulit meneceritakan permasalahan saya yang sebenarnya ke orang lain. Ga tau kenapa. Rasanya malu ajja. Hehe. Ya makanya, kalo ada masalah akhirnya saya uring-uringan sendiri. Bete sendiri jadinya.
Dan saya adalah orang yang kalo kena masalah, akhirnya malah menyalahkan diri sendiri. Jadi sebel sama diri sendiri. ‘Kok gw bego banget ya?’. Atau. ‘Kok gw gini banget si?’. Yah, pokoknya jadi benci banget sama diri sendiri. Dan akhirnya, jadi sedih sendiri juga. Jadi ngerasa berada di bawah nya dunia banget. Di jurang paling dasar.
Ya, sebenernya saya tau, terkadang masalah yang menimpa saya mungkin ga seberat masalah yang menimpa orang-orang lain di luar sana. Mungkin kalo dibandingin sama yang lain, masalah saya mah ga ada seberapanya sama sekali. Jauh lebih berat masalah orang-orang di luar sana. Lagian, permasalahannya mahasiswa apaan si? Paling nilai jeblok. Ga bisa ngerjain tugas. Atau uang udah abis sebelum ‘gajian’. Haha. Engga juga ding.
Saya ingin sedikit berbagi. Kemarin, entah bagaimana, saya jadi merasa sedang berada di bawah dunia banget. Karena suatu masalah yang sebenernya ga seberapa akhirnya mebuat saya jadi uring-uringan sepanjang weekend kemarin (maaf ya mammi pappi). Dan, saat lagi bener-bener ngerasa berada di jurangnya dunia itu, secara tidak sengaja saya membaca artikel yang ada di Annida tentang kesedihan. Yah, cukup bisa membuat perasaan saya menjadi lebih lega dan cukup membuka pikiran saya tentang masalah yang saya hadapi.
Sebenernya, apa si yang bisa kita lakuin kalo lagi kena masalah yang membuat kita sedih banget? Saya punya dua jawaban. Ikhlas dan sabar. Bukankah Islam itu terdiri atas dua hal, yaitu ikhlas dan sabar? (AAC banget ya? Maap.. Korban film. =D).
Ikhlas. Ikhlas disini dalam artian, kita menerima semua maslah itu dengan lapang dada. Kita menyadari bahwa semua masalah yang ada diberikan Allah kepada kita bukan karena Ia membenci kita. Tetapi kerena Ia sangat menyanyangi kita. Masalah bisa menjadi salah satu teguran manis dari Nya kalau kita mulai salah melangkah dan mulai menjauh dari Nya. Dan hal positif yang bisa diambil adalah dengan masalah tersebut, kita bisa menjadi kembali dekat dengan Nya. Biasanya kan, kita akan menjadi ingat kepada Nya kembali setelah mengalami masalah setelah sekian lama menjauh (yah, jujur, ini berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terhadap diri saya sendiri juga, =9).
Dengan ikhlas pula, kita bisa lebih mudah menerima apa yang telah terjadi pada diri kita. Sehingga bisa berpikir dengan lebih tenang. Dan dengan ketenangan yang kita miliki, kita bisa mencari jalan keluar permasalahan kita dengan lebih mudah. Amiin.
Sabar. Ya, sabar. Dengan sabar, kita akan lebih ikhlas menerima semuanya. Jadi, ikhlas dan sabar memang merupakan satau kesatuan yang tak bisa dilepaskan ya.
Selain itu, apa lagi yang bisa dilakukan? Tentu saja berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mencari jalan keluar dari semua kepenatan yang ada. Jangan cuma dipikirin ajja. Ga selese-selese dong masalahnya, =). Dan jangan lupa, tetep optimis!
Jadi, jangan putus asa kalo ada masalah. Yakinlah bahwa matahari akan bersinar kembali setelah hujan. Dan dunia akan selalu berputar, jaddi kita ga akan selamanya berada di bawah dunia kok. Semangatt!! =)
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (begitu saja) berkata, ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka (dengan ujian itulah) sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Ia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 2-3)
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dibalas dengan pahala yang tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang engkau tidak mengetahu.” (QS. Al-Baqarah; 216)
“Bukakankah Ia (Allah) yang Memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada Nya, dan Menghilangkan kesusahan dan Menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.” (QS. An-Naml: 62)
Akhirnya.. Tulisan pertama!!!! Hehe.. Semuga bukan yang terakhir. Amiin. Semangatt!!