Saya ingin sedikit berbagi oleh-oleh dari hasil 3 hari survey kemarin. 3 hari kemarin saya sibuk (engga juga sih) bolak-balik ke Kabupaten Bandung. Saya kebagian survey disana. Kecamatan Cimenyan. Awal-awal tau saya akan bertugas disana, sempet takuuuut banget. Ketakutan pertama. Ini survey pertama yang agak serius. Ketakutan kedua. Saya bener-bener ga tau tentang si Kecamatan Cimenyan ini. Ketakutan ketiga. Saya ga dapet peta Kabupaten Bandung dan saya bener-bener ga tau jalan. Kota Bandung ajja masi nyasar, apalagi Kabupaten yang letaknya sudah antah berantah bagi saya. Dannnn masi banyak ketakutan-ketakutan yang lain yang saya pikirkan. Akan tetapi, mau seberapa banyak ketakutan saya, tetap saja survey must go on! Dan dimulailah perjalanan saya menjelajah Kabupaten Bandung.
Sebenarnya, saya hanya ditugaskan seorang diri untuk menyebar 63 kuesioner di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Tetapi, melihat sebegitu banyak ketakutan saya, saya pun meminta seorang teman saya yang juga mendapat tugas survey di Kabupaten Bandung untuk survey bersama. Dan jadilah, kami mensurvey … Kelurahan dan mengambil 126 sampel dari seluruh Kelurahan itu.
Hari pertama. Ya. Ternyata. Tidak semenakutkan yang saya kira. Yah, manusia memang suka memiliki rasa takut yang berlebihan. Haha. Bahkan boleh dibilang, survey hari pertama ini cukupp menyenangkan, karena saya disambut oleh orang-orang desa nan ramah dan baik hati dan juga pohon-pohon yang masih hijau dimana-mana.. Jadi terharu. Jadi inget kampung halaman ( padahal saya ga punya kampung, =9 ). Jaddi pengen ke Sukabumiiiii. Huhuw.
Hari kedua. Cukup menyenangkan juga. Boong ding. Saya senaaaaaaaaaang!! Haha. Kali ini naik ke atas lebih tinggi lagi. Bisa ngeliat Kota Bandung nun jauh disana. Haha. Senang. Jadi refreshing. Melihat yang hijau. Hijau. Dan hijau. Dan saya kembali bertemu dengan orang-orang desa nan ramah dan baik hati. Huhuw. Tambah terharu.
Hari ketiga.
Hari ketiga.
Hari ketiga.
Haaaaaahhhhh! Saya tidak bisa berkata apa-apa untuk hari ketiga. Semangat saya langsung runtuh di hari ketiga. Terimakasih untuk Bapak Sekretaris Kelurahan Cibeunying yang berhasil meluluhlantakkan semangat saya sampai tingkat terbawah. Haha. Belum lagi teman seperjuangan yang juga tidak menambah semangat saya. Dan saya tidak melihat gunung. Dan saya tidak melihat yang hijau-hijau. Dan saya tidak menemukan orang-orang desa nan ramah! Huhuw. Dan itu yang paling membuat saya tidak bersemangat hari ini. Kemarin-kemarin juga sebenarnya saya sempat merasakan penurunan semangat, tapi begitu ketemu dan ngobrol-ngobrol sama orang-orang desa nan ramah, semangat saya muncul lagi. Tapi hari ini?? Hah!
Okke. Tadi ketemu dua keluarga yang cukup membuat saya semangat si di awal. Tetapi sehabis itu… Nihil. Yang ada cuma rumah-rumah tertutup. Dan teman seperjuangan yang juga tidak menambah semangat saya sama sekali, tapi malah semakin menjatuhkan semangat saya. Heeefffff.
Dan akhirnya, dari perjalanan saya selama 3 hari ini, banyak yang saya dapatkan.
Pertama. Saya jadi dapat menyimpulkan, di desa memang orang-orang nya lebih ramah. Lebih terbuka. Sifat kekeluargaannya masih kental sekali. Saya jadi teringat tentang diri saya yang ‘orang kota’. Haha. Yang penuh dengan rasa curiga. Dan rasa egois. Tidak mau tau dengan lingkungan sekitarnya. Jadi serasa tertampar.
Kedua. Saya jadi tambah akrab dengan tukang ojjek. Dan untungnya tidak becekk. Haha. 3 hari perjalanan kemarin para tukang ojek memang sangat berjasa. Nuhun ya mang. Entah bagaimana nasib kami kalau tidak ada kalian. =)
Ketiga. Saya jadi curiga sama diri sendiri. Sepertinya saya masih agak bermasalah dengan yang namanya bekerja sama. Entah kenapa, rasanya sulit sekali. Jadi sering merasa gondok sendiri. Hehe. Harus banyak belajar ni. Biar bisa menyesuaikan diri dengan bermacam-macam orang, dan bisa menyiasati bekerja sama dengan berbagai sifat manusia yang berbeda-beda.
Keempat. Saya jadi semakin sadar. Saya bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan perasaan saya. Terutama mood saya. Saya sebel, langsung saja tergambar dengan jelas di muka saya. Saya bête, apalagi. Haaah. Satu PR lagi buat saya untuk mengontrol emosi. Yah, sebenarnya hal ini masih terkait dengan salah satu sifat saya yang moody-an. Hehe. Semangat! Semangat! Semangat!
Dan akhir kata, perjalanan selama 3 hari ini cukup menyenangkan. Tetapi yang paling menyenangkan adalah, 3 hari ini tidak untuk selamanya. =)